Pada Suatu Hari Nanti di Tembi Rumah Budaya

Monday, May 30, 2016 qhachan 2 Comments

Apakah kalian bisa membaca buku di mana saja?

Saya hampir selalu melahap dan menghabiskan buku-buku di rumah. Baik di kamar, ruang tamu, ruang makan, kamar mandi, atau teras. Sebenarnya di mana pun itu asalkan masih bagian dari rumah saya akan nyaman menjadikannya tempat baca.

Sebenarnya saya bukan tidak bisa sama sekali membaca di luar rumah. Hanya saja tempat itu harus benar-benar nyaman buat saya. Entah itu atmosfir, suasana, ataupun auranya. 

Bentuk kenyamanan ini bukan hanya soal harga dan rupa. Karena,tidak semua kafe cantik nan instagramable bisa menjadi setting tempat yang pas buat saya membaca. Begitu pula tidak melulu tempat menginap yang bertema modern, klasik, mewah, nyaman sebagai sebagai tempat untuk membaca. 

Di Jogja, bagian Selatan, ada satu tempat yang mampu menghadirkan suasana nyaman itu, Tembi Rumah Budaya. Ini terasa ketika Pada Suatu Hari Nanti saya bawa bertandang ke sana. Nampaknya, hari itu karya Sapardi Djoko Damono ini memang berjodoh dengan Tembi dan juga sepiring pisang kencono - kudapan kesukaan Sri Sultan HB IX yang tersedia di sana. Maka paragraf-paragraf fiksi di dalamnya terbaca dengan sangat lancar.
pisang kencono & djoko damono :)
***
Atmosfir Tembi Rumah Budaya memang cocok dengan saya. Ia punya ketenangan yang pas. Suasananya tidak benar-benar senyap namun tidak juga ramai. Dibangun apik dengan latar pematang sawah di kanan - kiri dan belakangnya. 

Bangunannya khas Jawa dengan pepohonan hijau dimana-mana. Sejuk dan asri. Harga menginap di tembi cukup terjangkau. Harga tersebut termasuk makan masakan tradisional Jawa 3x di restonya. Terlebih rasa makanannya amat sangat bersahabat dilidah. Karena itu, terkadang Saya dan R mampir ke Tembi hanya untuk makan di restonya. 

taman tengah
salah satu bungalow di Tembi
resto
Tempat ini menjadi berkali-kali lipat supernyaman ketika kita mengunjunginya tidak dihari libur. Karena tidak banyak pengunjung maka kolam renang dan pemandangan di sekitarnya [seakan] menjadi milik sendiri:)

kolam renang tembi 










Sesuai dengan namanya, Tembi menyediakan dirinya sebagai 'rumah' bagi budaya. Berbagai event seni budaya diselenggarakan di sini. Baik seni budaya lampau maupun yang sedang berkembang.

Salah satu agenda seni di Tembi yang  rutin dan memiliki daya tarik tersendiri adalah Sastra Bulan Purnama. Sebuah agenda membacakan puisi di malam bulan purnama di panggung terbuka yang dimilikinya. Syahdu. 




Salam, 


Kachan 

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tembi Rumah Budaya
Jl.Parang Tritis Km.8,4, Timbul Harjo, Sewon, Yogyakarta 
Untuk update harga bisa cek di sini 

2 comments:

  1. Keren Tembi sekarang ya. Aku dulu kesana jaman masih jaya2nya OOA, urusan kerajinan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tp trakhir kliatan agak lbh kusam dr 2 taunan yg lalu :|

      Delete