SLIDER

Anggiastri : Omah Perden, Rumah Stimulasi dan Pengembangan Diri Berbasis Budaya di Yogyakarta

Nilai-nilai budaya yang sejak dulu ia pegang teguh akhirnya dipadukan dengan keilmuwan dan diwujudkan dalam sebuah rumah stimulasi pengembangan diri yang berbasis budaya
Saya ikut bersorak sesaat setelah membaca WA dari seorang teman baik. Seorang Psikolog Klinis, muda, baik hati, pinter, dan berparas ayu. Lengkap tho. Dan semakin mengagumkan ketika hari itu dia mengabarkan bahwa salah satu program yang menjadi mimpinya akan segera di-launching. Akkkkk selamaaaaaat.

Meski nampak kalem, saya refleks selalu ikutan hepi dan bangga ketika orang-orang terdekat bisa mewujudkan impiannya. Rasanya  jadi ikut semangat dan terinspirasi buat  mewujudkan keinginan-keinginan :D. Pada gitu juga gak sih? 

Berbeda dengan saya yang selepas kuliah kemudian ngalor-ngidul, sahabat saya ini emang langsung melenggang melanjutkan profesi berbekal nilainya yang ciamik dan kemudian meluluskan diri kembali dengan nilai yang mantebh juga. Beuh. Begitulah, anak ini dari dulu memang nampak lebih paham dengan  hal-hal yang berkaitan dengan target dan tujuan hidup dibandingkan saya teman yang lain ahaha.

Sekarang, Mba Psikolog satu ini  menetap di Jakarta. Membuka praktek psikologi di bawah bironya, Kemuning Kembar. Tapi masih sering bolak-balik Jakarta-Jogja karena Kemuning Kembar berpusat di Jogja. Anggi ini spesialis Psikolog Klinis yang biasa menangani konsultasi, terapi, pelatihan dibidang perkembangan, kesehatan mental, dan pendidikan-budaya.  Jadi yang butuh jasa konsultasi berkaitan dengan klinis atau bahkan di luar itu bisa menghubunginya via Kemuning Kembar di: 
Anggiastri H. Utami, M.Psi., Psikolog
Manajer Pengembangan & Hubungan External LPDK Kemuning Kembar 
Telp :  (0274) 4469822/085100102150
 IG : @anggiastri
email: lpdk@kemuningkembar.com 

Mba Psikolog
Omah Perden, Rumah Stimulasi dan Pengembangan Diri

Bagi siapapun yang mengenalnya, ada satu hal yang sangat terekam kuat dari dirinya, yaitu  nilai-nilai budaya Jawa yang sangat melekat dengan dirinya. Anggi ini satu dari sekian banyak wanita berdarah Jawa asli yang masih memegang kuat budayanya.

Pada akhirnya dia berhasil memadukan keilmuwan dan nilai-nilai budaya yang ia pegang teguh. Mewujud dalam sebuah rumah stimulasi dan pengembangan diri. Omah Perden namanya:) 

Pertama kali dengar namanya, saya langsung penasaran sama artinya. Omah Perden diambil dari bahasa Jawa. Omah berarti rumah, sedangkan Perden berasal dari kata perdi, "diwulang wuruk amurih becike, diwanuhahe nindakake tata pranata kang becik" yang berarti 'diajarkan dan dibiasakan untuk melakukan sesuatu yang baik". Sehingga selaras dengan makna folisofinya, keberadaan Omah Perden diharapkan mampu menjadi sebuah rumah tempat belajar dan membiasakan sesuatu yang baik.

Omah Perden dibuat sebagai sebuah rumah stimulasi dan pengembangan diri bagi anak usia dini, remaja, hingga dewasa. Berbagai kegiatan stimulasi yang ada di sini bertujuan untuk menstimulasi perkembangan kognitif, emosi, sosial, bahasa, psikomotor, dan pembentukan karakter yang mendasar pada "rasa". Dan kesemuanya ini dipadukan dengan nilai dan tradisi yang ada dibudaya nusantara. Jadi program-programnya disusun dengan memperhatikan nilai budaya. 

Kenapa nilai budaya menjadi salah satu hal yang ditawarkan oleh Omah Perden? Karena, ada keinginan kuat untuk mengajarkan kembali nilai-nilai budaya nusantara. Dan ini menjadi salah satu hal yang melatarbelakangi didirikannya rumah stimulasi ini. Para founder meyakini bahwa  ada ada banyak sekali hal baik yang bisa dimanfaatkan dari kebudayaan lokal kita.
"Ada banyak permainan tradisional yang mampu memberi stimulasi positif pada perkembangan anak"
Dalam launching-nya di awal September lalu, Ibu Gamayanti, Psikolog ternama, yang juga founder Omah Perden membagi pengalaman beliau. Beliau pernah mendapati beberapa kasus anak yang mengalami problem keseimbangan. Yang ternyata hal itu bukan karena sakit tertentu melainkan disebabkan sang anak tidak dibiasakan melakukan gerakan-gerakan yang melatih keseimbangan. Beliau sangat menyayangkan terjadinya kasus-kasus tersebut. Yang seharusnya tidak perlu terjadi dan bisa dihindari. 
Mungkin jika anak-anak kita masih terbiasa dengan permainan engklek tidak perlu lagi ada kasus-kasus tertentu yang membutuhkan terapi keseimbangan
Beliau kemudian mencontohkan permainan engklek. Permainan yang sering dimainkan saat anak-anak. Engklek atau kadang juga disebut Taplak Gunung merupakan salah satu permainan tradisional yang mengharuskan kita untuk melompat-lompat di dalam kotak-kotak yang ada. Melompat dengan dua kaki, satu kaki, dengan jangkauan yang semakin jauh. Secara tidak langsung permainan ini melatih dan membiasakan keseimbangan sejak kecil. Latihan-latihan dalam wujud permainan semacam ini sangat banyak terdapat di permainan tradisional kita. Yang dampak positifnya tidak disadari, karena bagi yang menjalankan itu hanya  sebuah permainan.

Abis denger ini saya bawaannya langsung pengen ngajarin Kinul mainan-mainan tradisional jaman saya kecil dulu. Main lompat karet, benthik/patok lele, jamuran, bekel. Trus tiba-tiba juga jadi inget mainan adu biji asem. Yang bikin tangan ampe memar-memar tapi tetep aja dilakuin. Masih ada ngga sih ini haha.

Program di Omah Perden 

Omah Perden memulai program-programnya secara resmi di bulan Oktober ini. Masih dengan basis nilai budaya, nama-nama programnya pun disarikan dalam Bahasa Jawa. Salah satu program rutin pertama yang dibuat adalah Merdi Siwi atau Kelas Stimulasi Anak. Merdi Siwi merupakan program pengasuhan anak dan stimulasi dini. Bentuknya berupa kelas-kelas yang dibagi berdasarkan kelompok usia mulai dari 8 bulan sampai 6 tahun. Nanti sebanyak 2 -3 kali seminggu selama 2 jam, anak akan distimulasi dengan berbagai permainan eksploratif dan edukatif.

Di Kelas Merdi Siwi anak-anak akan diajak melakukan permainan tradisional sesuai dengan stimulasi yang diharapkan. Misalnya untuk menstimulasi motorik halus anak diajak bermain dakon, mewarnai-mencetak ampas kelapa, atau membuat mahkota dari dedaunan.

Dalam Merdi Siwi, hal yang tidak boleh ditinggalkan adalah keharusan keikutsertaan orangtua atau pendamping ketika menjalani program ini. Terutama untuk anak-anak di bawah 4 tahun. Jadi Merdi Siwi bukan hanya sekadar program untuk menstimulasi anak melainkan juga terintegrasi dengan hubungan kelekatan anak-orangtua.

Sesuai dengan kebutuhan, kelas-kelasnya dibangun dengan suasana yang nyaman. Melengkapi kenyaman dari wujud bangunan utama yang memang berbentuk rumah. Suasana adem dan bikin anak-anal betah. Kelasnya luas, didekorasi dengan gambar-gambar menarik, namun tidak penuh dengan interior. Sehingga anak bebas bergerak kian kemari. Ada beberapa ruang kelas yang ditata sesuai dengan kebutuhan stimulasi.
kelas merdi siwi
numpang reuni Psyce 07 di kelas Merdi Siwi
Udah gitu di bagian belakang ada sebuah dapur yang luar biasa unyuuuu bangeet. Gimana ga unyu banget kalau liat dapur yang isinya serba mini-mini hihi. Ada kitchen set, kursi, meja, juga gambar-gambar sayuran lucu dengan warna-warna yang cerah. Ibuk juga betah deh masak di sini, Nak :)).

Dapur ini juga bagian dari kelas untuk program Merdi Siwi. Bisa bayangin ngga sih anak-anak ucrit gitu unyel-unyel bikin klepon haha.


halo wortel, brokoli :D
klepooon
Selain ruang-ruang kelas tertutup, Omah Perden juga punya kelas stimulasi yang terbuka. Di bagian belakang ada lahan terbuka yang biasa digunakan untuk aktivitas fisik yang berisi mainan-mainan anak. Ada kolam pasir, perosotan, dan area panjat.
taman belakang
boulder :)
Nah, selain Merdi Siwi ini, Omah Perden juga punya beberapa program lainnya, yaitu : Kawruh Penggulowenah Lare atau Pengasuhan Anak untuk Orangtua Contohnya, support grup untuk orangtua. Bentuknya  diadakan seminar-seminar pola asuh yang akan diadakan secara rutin bagi para orangtua. Kemudian ada Merdi Muda atau Program Pengembangan Diri Remaja. Wujudnya adalah  support group untuk remaja yang tema-temanya sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka. 

Selanjutnya ada Nyandra Kabisan yaitu Penggalian Potensi - bakat, minat. Misalnya, untuk remaja yang masih bingung dalam  memilih jurusan yang akan dia pilih bisa ikut program ini. Untuk menjalani serangkaian tes dan konsultasi yang hasilnya menjadi salah  satu rujukan pertimbangan. Yang terakhir program Dolan kang nuju prana atau Wisata belajar. Sebuah program dengan muatan edukasi dan psikologi yang diadakan bersamaan dengan waktu liburan sekolah. 

 ***
Saya sempat bertanya kenapa program Merdi Siwi harus didampingi orangtua? Bagaimana dengan orangtua yang bekerja yang terbatas secara waktu?

Jawabannya kurang lebih, yang pertama karena sistem Merdi Siwi memang bukan semacam preschool, TK dan kelas formal pra sekolah lainnya. Merdi Siwi adalah kelas stimulasi yang dalam sistem pembelajarannya mengintegerasikan pendidikan - psikologi - budaya. Kehadiran orangtua menjadi hal penting karena diharapkan bisa menjadi sosok yang mampu melihat, mendampingi, dan mensupport anak secara langsung. Orangtua juga bisa ikut belajar bersama dan merasakan perkembangan dari proses stimulasi yang ada. Setiap sesi kelas Merdi Siwi, selalu diawali dan diakhiri dengan sesi khusus sharing antara fasilitator dan orangtua terkait program hari itu. Harapannya agar masing-masing bisa saling memahamkan kondisi, dan mensupport agar tujuan program bisa tercapai.

Sedangkan jika orangtua  bekerja dan tidak bisa mendampingi secara langsung, anak bisa didampingi significant other lainnya. Misalnya Nenek, Kakek, Om, Tante, atau siapapun yang bisa memberi mendampingi dan mensupport anak. 

Parent involvement is a process of helping parents use their abilities to benefit themselves, their children and the early childhood program - Morisson
Memang benar, kehadiran orangtua maupun significant other saat proses perkembangan anak memang hal yang sangat esensial. Bahwa manfaatnya bukan hanya pada sang anak, namun juga bagi orangtua dan program maupun lembaga yang berkaitan.


Sukses untuk Omah Perden dan segala program positif di dalamnya. Semoga bisa membuka cabang di Kota-kota lain :)



Salam,



K

-----------------------------------------------------------------------------------------


Omah Perden menempati ruang yang sangat strategis. Berada di tengah Kota Jogja, dalam kawasan pendidikan. Tepatnya di Jalan Juwadi No.1, Kotabaru, Yogyakarta. Letaknya persis di seberang Somay Telkom  Jogja. 

Telp : +62 812-2508-2830
email :omahperden@kemuningkembar.com

8 comments

  1. Kalau yang di Jakarta apakah kliniknya juga memiliki konsep seperti Omah Perden ya mbak? Di Jakarta dimananya?
    Btw suka konsep ttg pengenalan budaya untuk perkembangan anaknya TFS infonya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbaaa klo di jakarta hanya cabang kantor konsutannya, yg ada baru di jogjaa :)

      Delete
  2. Sedang mengingat-ingat dahulu rumah tadi tempat apa. Dekat siomay telkom ya? Aku juga pengen bikin sekolah informal tapi masih ntar beberapa tahun lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. katanya ini dulu perusahaan asuransi mbaaa luutfi. amiiin smoga dimudahkan impiannyaa :*

      Delete
  3. oh ternyata tempat belajar y mba bagus program-programnya semoga bisa sesuai dengan harapan dari omah perden dan bisa merambah ke kota lain

    ReplyDelete
  4. Wah dapurnya unyuuuu bangeeeet, warnanya serasi dengan kleponnya hehe.
    Sukses untuk Omah Perden.

    ReplyDelete
  5. Bagus program-programnya ya mbak. semoga omah perden juga hadir di kota-kota lain ya.

    ReplyDelete

© People & Place • Theme by Maira G.