SLIDER

Hutan Pinus Mangunan - Hunting Foto Sembari Merayakan Cinta

Hutan Pinus Mangunan atau yang dikenal dengan Hutan Pinus Imogiri | Sekitar 8-10 tahun yang lalu, salah seorang sahabat pernah mengajak saya dan ketiga teman lain di 'genk' untuk piknik ke Hutan Pinus ini. Untuk foto-foto cantik ucapnya. Reaksi kami berempat sudah pasti menolaknya mentah-mentah. 

Bukan karena kami tidak suka foto-foto cantik. Tapi saat itu kami tengah hidup di era  di mana  yang sedang  hits-hitsnya adalah foto-foto cantik di studio.  Dan foto di pinus terdengar masih kurang gaul keren. Ah, kami memang genk mainstream. 

Kini, hidup di era ini,  masih dengan ke-mainstream-an yang tersisa, kami datang ke sini. Ke tempat yang kami tolak untuk didatangi sekian taun lalu. Dan sedihnya sahabat yang mengajak untuk ke tempat ini justru tidak bisa bergabung karena bertugas di pulau antah berantah lain. 

Kami datang pagi hari saat akhir pekan. Pengunjung sudah  cukup banyak namun tidak terlalu memadatkan suasana di hutan. Setidaknya kami bisa berpindah-pindah menggelar tikar piknik untuk mencari spot yang nyaman. 

Saat di sini, jangan lupa menengadahkan kepala ke atas kemudian 'jepret!'. Abadikan momennya. Karena ini  adalah bagian dari 'foto wajib' saat kemari. Lhah, kata siapa? Saya! :)
 
Ini foto wajib biar mainstream
Tampak  para pengunjung yang lalu lalang di sekitar kami sibuk berpose sambil menjeprat-jepretkan kamera yang dibawa. Mulai dari pasangan muda-mudi, rombongan keluarga, rombongan pertemanan, ibu-ibu setengah baya yang merayakan arisan, hingga band Jikustik yang tengah ambil gambar untuk video clip (yang kala itu ditemani sang asisten, Rian. Semangat, Riance!).
 
Hutan pinus memang memang menawarkan suasana dan pemandangan yang pas untuk hunting foto. Pinus-pinus yang ditanam dengan jarak yang teratur membuat kesan rapi dan cantik. Dan aura indah ini memunculkan kreativitas untuk menjadikannya latar berfoto. 
 
Belum lagi berbagai bangku kayu yang tersedia dibanyak tempat yang bisa digunakan untuk istirahat sekaligus berfoto. Ada juga ayunan kayu yang menjadi spot idola berfoto. Sayangnya karena (sepertinya) hanya ada satu, jadi harus antre. Dan harus ekstra sabar jika yang menggunakannya adalah sepasang muda-mudi yang tengah kasmaran. 
 
Kecuali kalian mau memakai cara  saya dan baby K. Kebetulan kami dianugerahi wajah jutek  melas. Hingga sepasang muda-mudi tsb paham arti tatapan penuh arti kami ketika mendatangi mereka. Tidak perlu waktu lama mereka segera berhenti dan mempersilahkan kami.  Eh, lebih tepatnya pergi tanpa melihat maupun berkata. 

Jarak pinus yang teratur juga membuat udara sejuk dan panas tak menyengat. Menjelang tengah hari kami masih tidak merasakan paparan matahari yang tajam. Baby K yang saat itu masih 10 bulan jadi bisa menikmati suasana. Merangkak ke sana-sini. Main-main bunga pinus yang jatuh. Berfoto-foto. Hingga akhirnya lelah dan tertidur. 

dilarang main api!

hyaaaa  berhasil naik :D
piknik
cuma bertiga
merayakan cinta :)
azbak hutan pinuz
Kami, para orang dewasa juga menikmatinya. Duduk manis, ngobrol sambil ngemil bekal, sesekali hunting foto, kemudian kembali duduk ataupun tidur-tiduran. Mungkin kami sangat menikmatinya karena kebersamaan dengan orang-orang terdekat. Namun,  bisa juga karena aura filosofi pohon pinus melambangkan cinta yang manis. Hingga kami dan (mungkin) pengunjung lainnya di sini bisa merayakan cinta :)
Batang yang tumbung tegak lurus ke atas, tak bercabang dilambangkan sebagai cinta yang utuh tak terbagi.  Sedangkan daunnya yang selalu hijau di segala musim diibaratkan sebagai cinta yang abadi, everlasting love.


Salam, 


Kachan 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rute :  
Dari Kota Jogja menuju ke Selatan ke Jalan Imogiri Timur, sampai pertigaan Imogiri belok ke arah Makam Raja. Pertigaan sebelum makam belok ke kanan. Nanti ikuti plang 'Hutan Pinus'
Tiket:  
Gratis! hanya bayar parkir  mobil 10ribu, motor 3 ribu. 

12 comments

  1. fotonya bagus-bagus mbak, bikin pengen main keasana kalo lagi di Jogja. tapi mau naik ayunannya bener harus ngantri ya? :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. lumayan kok, buat main sebentar foto2 atau mau lama2. adem soalnya hehe. Mungkin karena kemarin pas barengan pada mau naik aja, tapi ga antri lebay juga sih, masih wajar hehe.

      Delete
  2. hutan pinus kalau di tempatku masih rerumputan dan milik perusahaan kertas .. jadi ga bisa main2 sprti ini.. boleh main tapi ga bebas heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya? Mba di daerah mana kah?

      Delete
  3. aku suka denagn huatn pinus , terlihat eksotis, apalagi kalau tertip angin akan terdengar suara-suara angin yang bikin merinding

    ReplyDelete
  4. Aku belum pernah ke hutan pinus ini, Bu Chan. Tapi, kalau foto mainstream di bawah kanopi pohon, sering. Nyemplung ke kebon sebelah aja hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. -__- kebon sebelahnya apa, kak phie?

      Delete
  5. saya suka saya suka... hehe
    bagus hutan pinusnya.. engga sama dengan di daerah saya.
    salam kenal

    ReplyDelete
  6. Dulu lokasi KKN saya tak jauh dari hutan pinus ini, namun saat itu belum kepikiran buat piknik ke hutan pinus dan foto-foto di tempat ini.

    Ngajak baby main ke hutan pinus rupanya asyik juga ya, mbak. Apalagi sambil gelar tikar n bawa bekal. Next weekend piknik kemari ah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa rekomended buat ajak anak dan balita menurutkuu ;)

      Delete

© People & Place • Theme by Maira G.